Hati-hati! Begini Cara Mengatasi Gas Air Mata

Seharian ini kita melihat di berbagai media masa bagaimana upaya aparat untuk membubarkan mahasiswa yang berdemo di depan gedung DPR RI, Selasa (24/9/2019). Tampak aparat menggunakan Gas air mata dan water canon untuk mendesak mahasiswa supaya membubarkan diri.

cara mengatasi gas air mata

Gas air mata memang sering digunakan aparat untuk mengontrol kerusuhan. Perlu kita ketahui ada tiga jenis gas air mata, yaitu CN (2-chloroacetophenone), CS (o-chlorobenzylidene malonitrile) dan OC (oleoresin capsicum).

Menurut dokter spesialis mata konsultan Gitalisa Andayani. "Yang paling toksik di antara semua itu adalah CN diikuti CS dan OC,"

Tiga jenis gas air mata itu adalah agen atau zat efektif untuk lakrimasi atau bikin mata menjadi berair. Gejala tersebut dapat timbul 20-60 detik setelah terpapar.

Gas air mata akan bikin mata mengalami blefarospasme yaitu kondisi sakit atau perih pada mata akibatnya orang yang terpapar susah membuka mata, silau dan radang selaput lendir pada mata berwarna putih (konjungtivitis). Disamping mengakibatkan blefarospasme, gas air mata juga akan bikin mata menjadi bengkak serta berair.

Wanita yang berpraktik di Jakarta Eye Center ini mengatakan."Umumnya gejala tidak berat, dan bisa reversibel. Tetapi, ada kasus-kasus (jarang terjadi) yang berat menyebabkan kondisi seperti perdarahan dalam bola mata, radang kornea, glaukoma, katarak, hingga kebutaan,"

Bilas dengan air

Jika terkena gas air mata, cara terbaik yang bisa kamu lakukan yaitu segera membilas atau irigasi mata dengan air. Dapat juga dengan cairan fisiologis seperti NaCl.

"Kalau dibiarkan (tidak dibilas), ada risiko gangguan mata lebih berat seperti infeksi kornea," katanya.

Jika masih terdapat kelainan pada mata pasien maka segera ke dokter spesialis mata untuk memperoleh pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.

Itulah langkah-langkah terbaik jika kamu terkena paparan gas air mata. Semoga artikel ini bermanfaat.